Mari kita mulai.
Saya bekerja di sebuah perusahaan retail kosmetik. Benar-benar menarik ketika mengetahui bahwa perusahaan ini tidak hanya berbisnis, melainkan juga seluruh karyawannya dijadikan aktivis. Baik against HIV, home violence, sex trafficking, climate change issues, or preserving our planet. Elu banget, De! Apanya? bisnisnya.. hwehe..
Singkat cerita, saya sebagai trainee tentu harus belajar menguasai seluk beluk retail dan 1.200 product knowledges. Mejret ga tuh! Ada kala nangkring di store, layanin customers bersama Beauty Care Assistants (BCA-ini bahasa alus untuk SPG kami). Eits, ane bukan spg ye.. tapi trainee supervisor. Bah!
Lucunya,
"Mohon maaf, Ibu, saya masih trainee disini, sebentar saya panggilkan yang lebih menguasai. Kak Dede!" seorang BCA memanggil saya.
Ternyata ada customer yang menanyakan manfaat sebuah krim yang ia tunjukkan pada si BCA. Ketika saya lihat, Mampus dah! Gue juga ga tau!
Mosok bilang, "Mohon maaf, Ibu, Kak Dede juga masih trainee, sebentar saya panggilkan yang lebih ahli."
Bukan si dede namanya kalo ga sok tau.
Baca label, "Honey Beeswax for Texturizing Wax"
Langsung tanggap, dan lancar ngoceh, "Ini untuk waxing, Ibu, sama seperti produk Sugaring Waxing... "blablablabla saya arahkan pada produk pencabut bulu yang saya kuasai.
"Bedanya ini sama itu apa mbak?" Si ibu cerdas.
"Sama-sama untuk waxing, Ibu, hanya ingredientsnya yang berbeda, yang ini dari madu, sedangkan yang ini dari gula. Cara pemakainnya dipanaskan dahulu, blablablabla.. "
Seketika si Ibu tertarik untuk membeli produk sugaring waxing. Yipeeee! Doi curhat katanya betisnya berbulu lebat. Wah.. cocok dah curhat sama monyet. Soale, bulu saya tak kalah banyak. Saya semakin gencar berpromosi.
Walhasil, dia cabut ke kasir, gesek-gesek, beli. UHUY!
Saya perhatikan Honey Beeswax tadi. Dan ternyata, ALAMAKJAAAAAN!!! ko adanya di bagian HAIR CARE. Ternyata ni produk buat ngerapihin rambut. Styling cream. Dodol kalo si Ibu beli ini terus dipake buat nyabut bulu betis. Dodol kalo ternyata bulunya malah makin lebat dan rapi. Dodol gw kalo sampe beneran dia komplen kemari. Dipecat pasti.
Biar! Gada noda kan ga belajar.
Hanya aku dan Tuhan yang tahu.
KABUUUUUUUUUUURRR!!!!
Saya bekerja di sebuah perusahaan retail kosmetik. Benar-benar menarik ketika mengetahui bahwa perusahaan ini tidak hanya berbisnis, melainkan juga seluruh karyawannya dijadikan aktivis. Baik against HIV, home violence, sex trafficking, climate change issues, or preserving our planet. Elu banget, De! Apanya? bisnisnya.. hwehe..
Singkat cerita, saya sebagai trainee tentu harus belajar menguasai seluk beluk retail dan 1.200 product knowledges. Mejret ga tuh! Ada kala nangkring di store, layanin customers bersama Beauty Care Assistants (BCA-ini bahasa alus untuk SPG kami). Eits, ane bukan spg ye.. tapi trainee supervisor. Bah!
Lucunya,
"Mohon maaf, Ibu, saya masih trainee disini, sebentar saya panggilkan yang lebih menguasai. Kak Dede!" seorang BCA memanggil saya.
Ternyata ada customer yang menanyakan manfaat sebuah krim yang ia tunjukkan pada si BCA. Ketika saya lihat, Mampus dah! Gue juga ga tau!
Mosok bilang, "Mohon maaf, Ibu, Kak Dede juga masih trainee, sebentar saya panggilkan yang lebih ahli."
Bukan si dede namanya kalo ga sok tau.
Baca label, "Honey Beeswax for Texturizing Wax"
Langsung tanggap, dan lancar ngoceh, "Ini untuk waxing, Ibu, sama seperti produk Sugaring Waxing... "blablablabla saya arahkan pada produk pencabut bulu yang saya kuasai.
"Bedanya ini sama itu apa mbak?" Si ibu cerdas.
"Sama-sama untuk waxing, Ibu, hanya ingredientsnya yang berbeda, yang ini dari madu, sedangkan yang ini dari gula. Cara pemakainnya dipanaskan dahulu, blablablabla.. "
Seketika si Ibu tertarik untuk membeli produk sugaring waxing. Yipeeee! Doi curhat katanya betisnya berbulu lebat. Wah.. cocok dah curhat sama monyet. Soale, bulu saya tak kalah banyak. Saya semakin gencar berpromosi.
Walhasil, dia cabut ke kasir, gesek-gesek, beli. UHUY!
Saya perhatikan Honey Beeswax tadi. Dan ternyata, ALAMAKJAAAAAN!!! ko adanya di bagian HAIR CARE. Ternyata ni produk buat ngerapihin rambut. Styling cream. Dodol kalo si Ibu beli ini terus dipake buat nyabut bulu betis. Dodol kalo ternyata bulunya malah makin lebat dan rapi. Dodol gw kalo sampe beneran dia komplen kemari. Dipecat pasti.
Biar! Gada noda kan ga belajar.
Hanya aku dan Tuhan yang tahu.
KABUUUUUUUUUUURRR!!!!
