skip to main | skip to sidebar

About me

si dede jadul punya
REPORTER KECE woohooo!!!!
View my complete profile

Blog Archive

  • ▼  2009 (19)
    • ▼  October (2)
      • WAXING
      • PSYCHO TEST
    • ►  September (5)
      • BROWNIES
      • Being Dumped
      • NANAS
      • GO SIXTY
      • errrrrrrrrr....
    • ►  August (1)
      • BEHEL
    • ►  July (3)
      • JOBSEEKER
      • sol-do-do-sol-do-do-mi
      • DAMN, I'M GOOD!
    • ►  May (4)
      • **ciaaaaaaaaaaaaat!!!**
      • Bedah Buku - Backpacker
      • MISTERY BOX
      • NENEK BOLO-BOLO
    • ►  April (1)
      • The Sound Of Music
    • ►  March (1)
      • KAMBING JANTAN the movie
    • ►  February (1)
      • PENYIAR BASI
    • ►  January (1)
      • THE DAY THAT I DIE
  • ►  2008 (64)
    • ►  December (5)
      • MET HARI EMAK-EMAK
      • LAPORAN MENJELANG TAHUN BARU
      • GEPENG
      • lagu jaman sma
      • Me and My T'shirt
    • ►  November (6)
      • DEDICATED TO SINGLE WOMEN
      • YANG MUDA KUPANDANG SEBELAH MATA
      • PESTA BLOGGER BODOR!
      • DEATH RACE
      • kesan-kesen PRAKTIKYUM
      • POCONG vs KUNTILANAK
    • ►  October (5)
      • ONET
      • like Ms. Trunchbull
      • YOU DON'T KNOW ME AT ALL
      • LASKAR DIANI
      • ROSLINA a.k.a ROSALINDA
    • ►  September (7)
      • Maksud Hati
      • OW ASTAGA!!
      • HEY LADY!!
      • ADA IDE?
      • vote me for ...
      • KEBAB ASOY
      • an ordinary feel
    • ►  August (5)
      • What's Next?
      • Are u afraid of the dark?
      • DESA BAHAGIA (update)
      • PELUANG SEMPUR
      • KELABU
    • ►  July (11)
      • DAPET AWARD!!!
      • kunjungan singkat
      • WHAT'S UR FAVE?
    • ►  June (7)
    • ►  May (7)
    • ►  April (11)

CUAP-CUAP disini


ShoutMix chat widget

ALERT!!!


Get ransom on fancygens.com

Bebas Lepas

Freedom is always and exclusively freedom for the one who thinks differently.

2009/10/31

WAXING

Mari kita mulai.
Saya bekerja di sebuah perusahaan retail kosmetik. Benar-benar menarik ketika mengetahui bahwa perusahaan ini tidak hanya berbisnis, melainkan juga seluruh karyawannya dijadikan aktivis. Baik against HIV, home violence, sex trafficking, climate change issues, or preserving our planet. Elu banget, De! Apanya? bisnisnya.. hwehe..

Singkat cerita, saya sebagai trainee tentu harus belajar menguasai seluk beluk retail dan 1.200 product knowledges. Mejret ga tuh! Ada kala nangkring di store, layanin customers bersama Beauty Care Assistants (BCA-ini bahasa alus untuk SPG kami). Eits, ane bukan spg ye.. tapi trainee supervisor. Bah!

Lucunya,
"Mohon maaf, Ibu, saya masih trainee disini, sebentar saya panggilkan yang lebih menguasai. Kak Dede!" seorang BCA memanggil saya.
Ternyata ada customer yang menanyakan manfaat sebuah krim yang ia tunjukkan pada si BCA. Ketika saya lihat, Mampus dah! Gue juga ga tau!
Mosok bilang, "Mohon maaf, Ibu, Kak Dede juga masih trainee, sebentar saya panggilkan yang lebih ahli."

Bukan si dede namanya kalo ga sok tau.
Baca label, "Honey Beeswax for Texturizing Wax"
Langsung tanggap, dan lancar ngoceh, "Ini untuk waxing, Ibu, sama seperti produk Sugaring Waxing... "blablablabla saya arahkan pada produk pencabut bulu yang saya kuasai.
"Bedanya ini sama itu apa mbak?" Si ibu cerdas.
"Sama-sama untuk waxing, Ibu, hanya ingredientsnya yang berbeda, yang ini dari madu, sedangkan yang ini dari gula. Cara pemakainnya dipanaskan dahulu, blablablabla.. "

Seketika si Ibu tertarik untuk membeli produk sugaring waxing. Yipeeee! Doi curhat katanya betisnya berbulu lebat. Wah.. cocok dah curhat sama monyet. Soale, bulu saya tak kalah banyak. Saya semakin gencar berpromosi.
Walhasil, dia cabut ke kasir, gesek-gesek, beli. UHUY!

Saya perhatikan Honey Beeswax tadi. Dan ternyata, ALAMAKJAAAAAN!!! ko adanya di bagian HAIR CARE. Ternyata ni produk buat ngerapihin rambut. Styling cream. Dodol kalo si Ibu beli ini terus dipake buat nyabut bulu betis. Dodol kalo ternyata bulunya malah makin lebat dan rapi. Dodol gw kalo sampe beneran dia komplen kemari. Dipecat pasti.

Biar! Gada noda kan ga belajar.
Hanya aku dan Tuhan yang tahu.
KABUUUUUUUUUUURRR!!!!

at 10:35 PM 3 comments    

2009/10/05

PSYCHO TEST

Ini kali keempat saya mengikuti psikotes. Empat kali bertemu sesi tes yang sama, perintah yang sama, dan soal yang persis sama. Ayak-ayak waek! Apa semua HRD perusahaan di Indonesia hanya memiliki satu pedoman soal psikotes?
Tapi lucunya, kali keempat tidak membuat saya banyak belajar. Saya tak pandai mengambil pelajaran dari soal yang saya kerjakan, jadi hasilnya selalu sama. Oon dalam eksakta. Keren dalam seni. Hwehe... eits.. jaman SMA IQ saya pernah mencapai 137 loh, tapi modal itung kancing.

Saya selalu duduk di depan. Kalo duduk di belakang suka grogi, bisa nyontek kertas ujian temen di depan (Nope! saya anti nyontek), bisa panik kalo ternyata mereka udah lebih hebat, dan bisa diliatin pegnawas dengan seksama. Beda dengan duduk di depan, aman, tenang, dan terlihat pinter. Gyahahahaha..

Yang paling napsuin itu sesi menggambar. WARTEGG TEST, bikin orang, atau pohon. Dari empat kali psikotes ini, saya mencoba menggambar objek yang berbeda. Dari busur panah, not balok, waria, kepiting, kecoak, wanita karir, entrepreneur, atlet senam, beringin, nangka, rambutan, dll.
Sampai sekarang pun saya masih herman, kok bisa sih psikolog menafsir karakteristik seseorang lewat gambar yang ia buat.
"Sorry, De. Gw ga bisa ngasih tau rahasianya. Itu melanggar kode etik gw dong!" Jawab kawan saya, psikolog belagu.

Tes kepribadian lebih lucu lagi.
"Jika anda menemukan sebuah amplop yang tertera alamat lengkap dan jelas diatasnya, apa yang akan anda lakukan?"
Si dede menjawab: Langsung mengantar ke kantor pos terdekat.

"Jika anda orang pertama yang melihat kebakaran di sebuah gedung bioskop, apa yang akan anda lakukan?"
Si dede menjawab: Langsung keluar gedung dan melapor ke security secepatnya.

Hari itu, setelah selesai tes, saya ke kamar mandi dan menemukan bacaan di dinding:
"Jika anda melihat air yang mengalir dari keran, apa yang akan anda lakukan?"
a. Cuek dan pura-pura tidak melihat
b. Memanggil orang lain untuk menutup keran air
c. Berinisiatif sendiri dengan segera menutup keran air

Wew?! Saya keselek biji kedondong. Jadi maksud lo, gue harus mengantar surat ke alamat yang dituju, by myself? atau mengambil air dan memadamkan kebakaran, by myself? OGAH!

Gimana kalo alamatnya di Timor Timur? Gimana kalo kebakaran udah menyebar ke seluruh teater? Mau jadi superwoman kok repot?!
Saya tak akan mengganti jawaban.

at 4:44 AM 1 comments    

2009/09/27

BROWNIES

Ramai sangat di rumah ni. Mamaku banyak tamu. Hebatnya, hari ini saya berhasil membuat satu loyang brownies kukus. Hmmm... lemak nian. Gampang, bikinnya gak sampe sejam. Tinggal lumerin butter ma dark cooking chocolate, kocok telor, masukin tepung, aduk-aduk-aduk, kukus.. kukus.. VOILA! jadi deh!
Masih anget, tamu-tamu mama disuruh nyicip.
Sudah disangka, saya dapet acungan jempol dimana-mana.
Hwehe.. perawan pinter katanya. Siap kawin.
Whatttt!!!
r u nuts?! lo pikir laki gw bakal dicekokin brownies saban hari?

Saya merahasiakan satu hal: tepung brownies instant. Saya sok berbagi pengalaman resep membuat brownies itu pada tamu.

"Iya, bu. Coklatnya satu ons aja, ditim, terigunya masukin terakhir. Harus cepet dikukus biar ga bantet kayak badan ibu."
"Bahannya apa aja sih neng? Pake maizena ga? Pake emulsifier ga?" tanya seorang emak.
Wadoh! Ketauan deh gw pake tepung siap pake. Jujur ga ya? jujur ga ya?
"Pake, bu. Setengah sendok aja." Jawab saya sok tahu.
"Kok lembut? Kuning telornya banyak ya?"
"Nggak, bu. Itu tergantung sifat kokinya. Klo galak sama suami, ya pasti hasilnya kasar."

Tak disangka tak dinyana, saya dapet pesenan brownies 3 loyang. Musti dianter besok siang. Gyahahahahah.... speechless. Saya harus berguru sama pemilik pabrik tepung brownies instant tu.
Jujur ga ya? Jujur ga ya?
Gimana kalo suatu saat diundang demo masak di kelurahan setempat. Bisa dilemparin tomat busuk kalo gagal.
Jujur ga ya? Jujur ga ya?


at 9:14 PM 5 comments    

2009/09/22

Being Dumped

Tiba-tiba ia mengajak saya makan malam. Mungkin karena ia sering melihat saya menyeduh pop mie, membawa bekal sendiri, atau merefill thumbler dari dispenser. Mungkin juga karena wajah saya mirip kotak amal. Memprihatinkan.
Eits, jangan gampangan dong, De! Curiga itu perlu. Was was itu penting. Ngapaen lo ngajak dinner cewek kumel kek gue? Pasti ada maunya. Pasti dia punya niat jahat. Pasti dia mau ngajak gw ke tempat maksiat. Jangan terbujuk! Jangan terhasut!

“Boleh! Tapi traktir ya, Bang?” saya girang dan tak punya kemaluan.

Ia nyengir kuda. Asiknya, saya boleh memilih resto seafood yang saya suka. Woohoo!
Tapi saya minder. Ini sebuah kencan. Dan saya benar-benar malu karena belum mandi dan belum menggosok gigi. Lha biar! Toh dia gakan nyium atau nyipok elu! Sok kecakepan!
Lha biar! Jika saya mandi dan bersiap-siap berjam-jam sebelum kencan, itu bukan centil, itu tandanya saya menghargai pria yang saya kencani.
Tapi kami berangkat, dan tiba, dan duduk berseberangan. Tanpa make up dan wewangian. Ia memandang saya, saya memandang menu. Ia memandang menu, saya memandang kemeja. Mustinya elu ngajak SPG! Bukan reporter bau asep! God, I wish he thought that i’m an excotic lady.
Kami mulai bertanya jawab. Barulah saya tahu bahwa ia sering melihat saya mengobrol seru dengan OB.
“Yoi! Biar dapet teh manis gratis.”

Ia nyengir lagi. Anjrit! Orang marketing banyak jaim. Ia hobi mengkritik saya. Cewek aneh, katanya. Boyish, tandasnya. Dan kusem, akhirnya.
Monyong! Daripada idung lo gede. Duduk nahan perut, nahan ketawa. Rambut klimis, muka porselen. Hidih! Banci!
Mana kalo nanya kek wawancara kerja.
“Apa kelebihan dan kekurangan lo, De?” (Sebutkan SWOT anda!)
“Apa yang lo tau tentang gue?” (Apa yang anda tahu tentang perusahaan ini?)
“Apa yang lo cari dari sebuah hubungan?” (Apa yang anda cari dari sebuah pekerjaan?)
“Apa alasan lo putus dari pacar?” (apa alasan anda berhenti bekerja di perusahaan yang lalu?)
Senep. Senep. Senep.
Saya sibuk menggigiti kulit kepiting dan tetap mendengar ocehannya mengenai investasi jangka panjang sampai rencana memberantas jaringan teroris. Kalo gak didenger atau bales tereak, takut dia ngacir trus saya bayar dinner sendirian. Wadoh!
Kami pulang, dan tak bertukar nomor telepon genggam. Mungkin ia hanya butuh teman bicara saat makan. Dan saya hanya butuh makan. Simbiosis mutualisme, kan?

at 9:39 PM 2 comments    

Older Posts
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod

Work under CC License

Creative Commons License